Tugas Kelompok
Blok Keperawatan Paliatif dan Menjelang Ajal
Tutorial 6:
Erfiana
Elsa Ismiranda
Namira Salsabila
Nurul Mudhmainnah
Kartika Tiaranisa Kosasih
Elfinda Nurzahri
Rika Faranita
Rosa Delima
Dian Nellisa
Dosen Pembimbing:
Ns. Nova Fajri, M.Kep., Sp.Kep.An
Program Studi Ilmu Keperawatan
Fakultas Keperawatan
Universitas Syiah Kuala
2019
PERAWATAN PALIATIF
Ilustrasi
Perawat (http://tektone.com/)
Tahukah Anda apakah perawatan paliatif itu?, Paliatif care adalah pendekatan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga dengan penyakit terminal (mengancam jiwa),dengan meng identifikasi dini dan melakukan penilaian serta penanganan nyeri dan masalah-masalah lain, fisik, psikososial dan spiritual (KEPMENKES RI NOMOR: 812, 2007).
Kualitas hidup adalah persepsi pasien terhadap keadaannya yang dipengaruhi oleh budaya dan sistem nilai yang dianutnya, termasuk tujuan hidup, harapan. Dimensi dari kualitas hidup yaitu mampu memanajemen gejala fisik, kemampuan fungsional (aktivitas), kesejahteraan spiritual, fungsi sosial baik, kepuasan terhadap pengobatan, orientasi masa depan, kehidupan seksual, mampu dalam bekerja.
Penyakit terminal yaitu penyakit yang tidak dapat disembuhkan dengan harapan hidup tipis dan menuju ke arah kematian. Contohnya seperti penyakit jantung, kanker, gagal hati dan gagal ginjal.
Tujuan perawatan paliatif menurut WHO yaitu:
Memberikan asuhan untuk mengurangi nyeri dan gejala gejala yang timbul serta meningkatkan kenyamanan pasien.
· Mengafirmasikan bahwa kematian sebagai proses yang normal
· Tidak bermaksud untuk mempercepat dan memperlambat kematian
· Meningkatkan kualitas hidup
· Mengintegrasikan aspek psikologis dan spiritual dalam perawatan pasien
· Menawarkan sistem pendukung untuk membantu pasien hidup seaktif mungkin
· Menggunakan pendekatan tim untuk menangani kebutuhan pasien dan keluarga, termasuk konseling saat masa berkabung jika dindikasikan
· Perawatan paliatif diberikan saat permama kali didiagnosis penyakit terminal.
Gejala yang paling sering muncul pada pasien dengan penyakit terminal yaitu fatigue ( keletihan), diare, nyeri, sesak nafas ( dyspnea), konstipasi, mual muntah, delirium, ansietas ( cemas ), anorexia ( penurunan nafsu makan ), asites (penumpukan cairan di rongga perut).
Prinsip penatalaksanaan gejala tersebut diantaranya:
· Perawatan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi gejala bukanuntuk menyembuhkan
· Hanya menangani yang bisa ditangani
· Melakukan pendekatan secara farmakologis dan non farmakologis
· Obat yang diberikan harus sesuai dengan gelaja yang dialami oleh pasien serta dosis regular
· Mengantisipasi efek samping dari pengobatan
· Melibatkan pasien dalam pengambilan keputusan
Berdasarkan Keputusan Kementrian Kesehatan tahun 2007 tempat perawatan paliatif yaitu:
· Rumah sakit : diperuntukkan bagi bagi pasien yang memerlukan perawatan intensif dan pengawasan ketat, tindakan khusus, atau peralatan khusus.
· Puskesmas : bagi pasien yang melakukan rawat jalan
· Rumah singgah(hospis) :untuk pasien yang tidak memerlukan pengawasan ketat, tindakan khusus, maupun peralatan khusus, tetapi belum dapat dirawat di rumah karena masih memerlukan pengawasan tenaga kesehatan
- Rumah pasien: bagi pasien yang sudah diperbolehkan pulang atau rawat jalan yang sudah tidak memerlukan pengawasan ketat dan hanya memerlukan perawatan yang boleh dilakukan secara andiri atau keluarga.
Taukah anda bagaimana prosedur perawatan paliatif?
Penyakit kronis pada pasien dapat berdampak pada semua aspek kehidupan pasien. Oleh sebab itu, perawatan paliatif dilakukan untuk mengurangi dampak atau gejala yang mungkin timbul akibat penyakit pasien, perawatan yang dilakukan secaha holistic (bio-psiko-sosio-kultural). Adapun gangguan yang dapat terjadi pada pasien diantaranya :
· Gangguan fisik contohnya nyeri, susah tidur, sesak nafas, anoreksia, fatigue, dll. Gejala tersebut sangat sering dirasakan oleh pasien penyakit kronis yang sudah berada di stadium akhir. Adapun yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut yaitu pemberian analgestik, mengatur posisi pasien untuk meningkatkan kenyamanan setra memanajemen sesak nafas.
· Gangguan emosi dan sosial seringkali terjadi pada pasien denga diagnosa penyakit kronis atau terminal yang ditandai dengan rasa takut, marah, sedih, emosi tidak terkontrol, dan depresi. Tidak hanya terjadi pada pasien namun pada keluarga juga bisa terjadinya ansietas atau cemas. Dalam perawatan paliatif, hal ini dapat dikurangi dengan cara melakukan konseling, berbagi pengalaman antar pasien yang memiliki riwayat penyakit yang sama.
· Masalah spiritual, ketika seseorang mengalami penyakit kronis maka mereka akan mencari kedamaian serta ketenangan dengan mendekatkan diri dengan tuhan. Tugas perawat yaitu memfasilitasi ritual pasien serta mendatangkan tokoh-tokoh agama yang sesuai keyakinan pasien.
Tahukah Anda manfaat perawatan paliatif?
· Dari hasil penelitian sebagian besar perawatan paliatif mampu mengatasi tanda dan gejaladari penyakit yang diderita, mampu mengontrol emosi, serta berkomunikasi dengan baik ternyata cenderung memiliki pengalaman pengobatan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya..
Kapankah Harus Dilakukan Perawatan Paliatif?
Perawatan paliatif tidak hanya ditujukan semata-mata kepada penderita kanker tapi paliatif care bisa diberikan kepada orang yang menderita penyakit kronis, seperti gagal ginjal, PPOK, gagal jantung, gagal hati, gagal ginjal, hepatitis dan HIV dan AIDS yang mengalami penurunan sistem imun.
Gagal ginjal kronik adalah suatu kondisi ketika ginjal mengalami kehilangan fungsi secara progresif dan irefessibel dengan nilai GFR < 15 sehingga tidak mampu menyaring zat sisa metabolisme tubuh dan penimbunan zat zat beracun di dalam tubuh.
PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronis) adalah peradangan paru yang terjadi dalam waktu jangka panjang. Sehingga menghambat aliran udara dari paru-paru karena terhalang pembengkakan dan lendir atau dahak akibatnya penderitanya sulit bernapas.
Ilustrasi Gagal Jantung (https://islamidia.com/)
Gagal jantung adalah suatu kondisi rusaknya otot jantung yang mengakibatkan jantung tidak mampu lagi memompa darah keseluruh tubuh. Gejala yang sering muncul seperti mudah lelah, nyeri akibat kurangnya suplai oksigen ( angina ), piiting udema, dll
Setiap pasien dengan penyakit serius seperti salah satu penyakit yang disebutkan diatas serta mengalami rasa nyeri, sesak nafas, keletihan , dll dapat dipertimbangkan untuk melakukan perawatan paliatif. Perawatan paliatif dapat diberikan kepada semua rentang usia dari anak anak sampai dengan dewasa.
Pada pasien dengan penyakit terminal tidak mungkin dapat dilakukan pengobatan secara kuratif tapi perawatan paliatif dapat diberikan sebagai rencana pengobatan tunggal kepada pasien dalam bentuk perawatan paliatif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup .
Paliatif care tidak untuk menyembuhkan tetapi mengelola atau mengatasi gejala yang muncul akibat penyakit seperti mengatasi rasa nyeri dengan pemberian opioid. Antimetik akan diberikan untuk mengatasi rasa mual, serta penanganan sesak nafas dapat dilakukan dengan cra pemberian oksigen dan melakukan penangana secara non farmakologis seperti nafas dalam, dan mengatur posisi pasien menjadi semifowler untuk memudahkan ekspansi paru . Selain itu terapi fisik juga tetap dilakukan seperti kemoterapi paliatif , radioterapi pada pasien kanker akan ditawarkan untuk mengecilkan massa dan meminimalkan rasa nyeri tergantung dari gejala yang muncul.
Ilustrasi Perawat Melibatkan Keluarga (https://aftenro.org/)
Paliatif tidak hanya berfokus pada pasien tapi juga pada keluarga pasien, yang berisIko mengalami masalah emosional, psikologis dan sosial karena penyakit pasien, sehingga perawatan paliatif yang diberikan kepada keluarga pasien diharapkan dapat membantu mengurangi rasa khawatir mereka dan membantu mereka dalam mengatasi masa masa sulit yang dialami.
.





